Sunday, April 5, 2026

Tugas Cloud Computing Pertemuan 2

Nama : Quinn Abrar Athallah Sentanu
Kelas : 15.6A.11
NIM : 15230637

Soal:
1. Dalam Evolusi Teknologi yang terjadi saat ini, Jelaskan bagaimana evolusi paradigma komputasi dari era Mainframe Client-Server Grid Computing hingga Cloud Computing.

2. Apa perbedaan mendasar dari sisi pengelolaan infrastruktur pada setiap eranya?

3. Studi Kasus Implementasi - Sektor Perbankan: Bank ABC saat ini masih menggunakan Data Center sendiri (On-Premise). Mereka ingin melakukan digitalisasi layanan (mobile banking) yang membutuhkan skala yang sangat fleksibel, namun di sisi lain mereka sangat dikekang oleh regulasi OJK yang mengharuskan data sensitif nasabah tetap berada di dalam negeri dan keamanannya terjaga. Sebagai Cloud Architect, strategi Cloud Deployment (Public, Private, Hybrid, Multi-Cloud) seperti apa yang akan Anda rekomendasikan kepada Bank ABC? Jelaskan alasan dan bagaimana skema kerjanya!

4. Strategi Migrasi (The 6 R's of Migration): Dalam melakukan migrasi ke cloud, terdapat beberapa strategi yang umum digunakan (antara lain: Rehost, Replatform, Refactor, Repurchase). Jelaskan perbedaan keempat strategi tersebut, dan berikan contoh kasus kapan sebuah perusahaan sebaiknya menggunakan strategi Refactor dibanding Rehost.


JAWABAN
1. Dimulai pada era Mainframe, pada tahun 1950-an. Komputer Mainframe, yang berukuran besar dan mahal, digunakan oleh perusahaan besar dan institusi pemerintah untuk pemrosesan data skala besar. Pusat data yang dilengkapi dengan mainframe ini menjadi pusat pengolahan data yang dominan. Lalu lanjut ke era client-server yang muncul pada tahun 1980-an dan 1990-an. Pada era ini Client-Server membawa konsep komputasi terdistribusi. Komputer pribadi (client) menjadi lebih kuat dan mampu menjalankan aplikasi dengan relatif mandiri. Sementara itu, server sentral tetap digunakan untuk menyimpan dan mengelola data yang dibutuhkan oleh klien. Dan selanjutnya yaitu era cloud computing, yang dimulai sekitar tahun 2000-an, menghadirkan perubahan paradigmatik dalam cara kita menggunakan komputer. Cloud computing menggabungkan kekuatan komputasi dan penyimpanan yang besar dengan aksesibilitas yang luas melalui internet. Layanan cloud seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud menjadi pemimpin dalam menyediakan infrastruktur dan platform sebagai layanan (IaaS dan PaaS).
Sumber : https://blog.unmaha.ac.id/evolusi-cloud-computing-dari-mainframe-ke-edge-computing/

2. Pada era Mainframe infrastrukturnya dikelola secara terpusat oleh sebuah organisasi, pada era client-server karena komputer pribadi semakin kuat maka infrastrukturnya mulai dibagi dan organisasi tetap menggunakan server sentral untuk menyimpan dan mengolah data yang dibutuhkan client, dan pada era cloud computing infrastrukturnya sebagian besar dikelola oleh penyedia layanan dan client tidak perlu mengelola perangkat keras fisik lagi karena semua sudah dikembangkan dan disediakan oleh penyedia layanan melalui Internet.
Sumber : https://journal.budiluhur.ac.id/index.php/telematika/article/download/165/159

3. Strategi yang digunakan adalah Hybrid Cloud karena Hybrid Cloud menggabungkan sistem penggunaan Private Cloud dengan Public Cloud sehingga mendapatkan fleksibilitas dari dua sistem tersebut. Bank ABC dapat menyimpan data sensitif pada On-Premise untuk memenuhi regulasi OJK dan layanan mobile banking bisa menggunakan Public Cloud untuk menjaga efisiensi dan skalabilitas tinggi sehingga bisa menyesuaikan jumlah pengguna secara dinamis. Skema yang digunakan yaitu dengan memisahkan komponen sistem. Data inti seperti data sensitif nasabah, sistem autentikasi, dan transaksi utama disimpan pada On-Premise dan layanan mobile banking, web server, API gateway, layanan frontend ditempatkan pada public cloud.
Sumber : https://www.xlsmart.co.id/bisnis/id/insights/article/keuntungan-hybrid-cloud/

4.
-Rehost adalah strategi yang memindahkan server dan aplikasi dari infrastruktur On-Premise ke cloud tanpa perubahan besar.
-Replatform adalah strategi yang merupakan variasi dari Rehost, yaitu modifikasi kecil pada aplikasi agar bisa memanfaatkan fitur Cloud.
-Refactor adalah strategi yang melibatkan penulisan ulang aplikasi agar menjadi cloud-native. Aplikasi di program ulang agar arsitekturnya bisa menjadi serverless.
-Repurchase adalah Strategi yang menggantikan aplikasi on-premise dengan perangkat lunak berbasis cloud (SaaS). Organisasi tidak memigrasikan aplikasi lama, tetapi beralih ke solusi baru yang sudah tersedia di cloud.
Perusahaan sebaiknya menggunakan Refactor dibanding Rehost jika mereka membutuhkan sistem yang memiliki skalabilitas yang tinggi, membutuhkan performa yang baik, sekaligus integrasi dengan cloud. Contohnya aplikasi e-commerce yang sering mengalami lonjakan. Dengan Refactor, aplikasi bisa di program untuk menangani lonjakan pengguna secara otomatis dengan mengubah arsitekturnya menjadi microservice. Karena jika perusahaan hanya menggunakan Rehost maka aplikasinya masih memiliki keterbatasan yang sama dengan sistem lama.
Sumber : https://blogs.opentext.com/the-6-rs-strategies-for-cloud-migration/


No comments:

Post a Comment

Tugas Cloud Computing Pertemuan 4

Nama : Quinn Abrar Athallah Sentanu Kelas : 15.6A.11 NIM : 15230637 Soal :  Sub-Topik 1: Perubahan Paradigma dan Strategi MSDM 1. Cloud comp...