Kelas : 15.6A.11
NIM : 15230637
Soal :
1. Jelaskan, apa yang dimaksud dengan :
a. Cloud Computing
b. IaaS
c. PaaS
d. SaaS
2. Jelaskan perbedaan utama antara IaaS, PaaS, dan SaaS dari segi tingkat kendali (control) yang diberikan kepada pengguna dan contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari!
3. Apa yang dimaksud dengan model Hybrid Cloud? Berikan satu contoh skenario nyata mengapa sebuah perusahaan besar memilih model ini dibandingkan hanya menggunakan Public Cloud atau Private Cloud.
4. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 (tiga) risiko atau tantangan utama yang mungkin dihadapi oleh sebuah perusahaan ketika mereka melakukan migrasi sistem ke cloud computing.
JAWABAN
1.
a. Cloud computing menyediakan sumber daya komputasi (seperti penyimpanan dan infrastruktur) sesuai permintaan, sebagai layanan melalui internet. Dengan sistem seperti ini, pengguna individu dan bisnis tidak perlu lagi mengelola sendiri resource fisik mereka dan hanya membayar layanan sesuai penggunaan.
Sumber : https://cloud.google.com/learn/what-is-cloud-computing?hl=id
b. IaaS, atau Infrastructure as a Service, adalah model cloud computing yang menyediakan akses on-demand ke sumber daya komputasi seperti server, penyimpanan, jaringan, dan virtualisasi.
Sumber : https://cloud.google.com/learn/what-is-iaas?hl=id
c. PaaS, atau Platform as a Service, adalah lingkungan cloud lengkap yang mencakup semua hal yang diperlukan pengembang untuk membangun, menjalankan, dan mengelola aplikasi, mulai dari server dan sistem operasi hingga semua jaringan, penyimpanan, middleware, alat, dan lain-lain.
Sumber : https://cloud.google.com/learn/what-is-paas?hl=id
d. SaaS adalah model penyediaan perangkat lunak berbasis cloud di mana individu atau organisasi berlangganan aplikasi alih-alih membeli dan menginstalnya secara lokal. Pelanggan mengakses perangkat lunak melalui internet, biasanya melalui browser web, sementara penyedia layanan cloud mengelola infrastruktur, keamanan, pemeliharaan, dan pembaruan yang mendasar.
Sumber : https://azure.microsoft.com/id-id/resources/cloud-computing-dictionary/what-is-saas
2. Perbedaan antara IaaS, PaaS, dan SaaS dalam segi tingkat kendali yaitu semakin ke arah SaaS maka tingkat kendali pengguna semakin minim karena sebagian besar dikelola oleh penyedia layanan cloud. Contoh Penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari seperti menyewa server virtual untuk membangun aplikasi, layanan menulis dokumen seperti Google Docs, dan sistem penyimpanan Cloud.
Diagram dibawah ini menunjukan perbedaan antara IaaS, PaaS, SaaS :

Sumber : https://cloud.google.com/learn/paas-vs-iaas-vs-saas?hl=id
3. Hybrid cloud adalah lingkungan komputasi campuran tempat aplikasi dijalankan menggunakan kombinasi komputasi, penyimpanan, dan layanan di berbagai lingkungan—cloud publik dan cloud pribadi, termasuk pusat data lokal atau lokasi “edge”. Pendekatan hybrid cloud computing banyak diadopsi karena saat ini hampir tidak ada organisasi yang sepenuhnya bergantung pada satu cloud publik.
Sebuah perusahaan besar cenderung memilih model Hybrid Cloud karena Hybrid Cloud mampu menggabungkan keuntungan dari Public dan Private cloud serta memiliki tingkat keandalan yang tinggi untuk mendistribusikan layanan mereka sehingga bisa mencapai skalabilitas public cloud sambil tetap melindungi data pribadi yang sensitif
Sumber :
https://cloud.google.com/learn/what-is-hybrid-cloud?hl=id#hybrid-cloud-defined
https://www.telkomsigma.co.id/id/news/perbedaan-public-private-hybrid-cloud/
4. Walaupun migrasi ke sistem Cloud Computing bisa meningkatkan efisiensi, ada beberapa Tantangan utamanya yaitu:
-Keterbatasan sumber daya manusia dan keahlian teknis.
Implementasi sistem Cloud Computing membutuhkan tenaga kerja yang handal namun banyak perusahaan masih mengalami kesulitan karena kurangnya keahlian teknisi Cloud. Para CEO khawatir tentang ketersediaan talenta yang tepat. Tanpa tim yang berpengalaman, migrasi bisa terhambat bahkan gagal.
-Lonjakan biaya operasional yang tidak terkendali.
Biaya untuk merawat sistem Cloud Computing memerlukan biaya yang mahal. Jika tidak memiliki strategi pengelolaan yang tepat, biaya justru bisa membengkak. Banyak perusahaan yang masih kesulitan untuk migrasi ke sistem Cloud Computing karena terhalang biaya.
-Resiko keamanan dan kepatuhan data.
Salah satu kekhawatiran dari migrasi ke sistem Cloud Computing adalah data pribadi yang bersifat sensitif. Kebocoran data dan akses yang tidak sah adalah beberapa faktor mengapa perusahaan masih ragu untuk migrasi.
Sumber : https://ioh.co.id/portal/id/iohcorparticledetail/tantangan-implementasi-cloud-computing-di-perusahaan-dan-cara-mengatasinya?_id=20015390#:~:text=A:%20Tantangan%20utama%20meliputi%20keterbatasan,kompatibel%20dengan%20teknologi%20cloud%20modern.
No comments:
Post a Comment